Rabu, 04 Juni 2014

Sablon kaos Sebagai Identitas diri

           Pernahkah Anda disapa orang yang tak dikenal dalam sebuah konser musik, hanya karena kaos sablon yang Anda pakai? Bisa jadi hal tersebut biasa adanya, karena selain sebagai media estetika, motif dalam kaos polos gildan biasa dipakai dalam aktualisasi sebuah cerminan diri.
Uniknya motif kaos, sering menjadi alasan, kenapa banyak orang suka memakai kaos bergambar, atau berdesain. Sebagai sarana dalam mengaktualisasi diri, banyak inspirasi yang sering digunakan dalam menghias kaos. Mulai tokoh, bintang film, sampai artis musisi idola dan sebagainya.
mengekspresikan cerminan diri ini kemudian menciptakan sebuah kelompok non formal yang sering kali berhubungan satu dengan yang lain. Hal ini dikarenakan, disadari atau tidak, gambar yang anda kenakan pada kaos jadi akses seperti apa karakter kita, dan kesenangan kita.
Seperti saat menonton konser musik, pada saat memakai kaos bergambar musisi yang sama, kemungkinan hobby seseorang akan sama dengan yang lain. Hal ini yang kemudian menjadi komunikasi terjalin dan teman semakin banyak hanya karena desain pada sablon kaos yang anda kenakan.
Sadar akan hal ini, sebagian musisi dengan sengaja malah merilis produk kaos polos official yang tujuannya bisa dikenakan oleh kelompok penggemar mereka. Metode ini sudah sering dilakukan oleh kelompok musik D’Masiv dan Nidji holic
Meskipun berawal dari kesenangan, hobi juga sering membuat ekspresi diri dengan kaos polos muncul dan sengaja diciptakan guna menunjukkan eksistensi kelompok tertentu. Seperti suporter sepakbola yang senang memakai kaos polos sama saat mendukung kesebelasan kesayangan saat bertanding dan sebagainya.
Tak cuma dalam industri musik dan komunitas aktualisasi cerminan diri melalui kaos juga sering ditunjukkan dalam panggung politik. Tak cuma di Indonesia, kaos bercorak partai sering jadi kampanye efisien dalam memenangi kursi pemerintahan.
Di sejarah kaos polos, cerminan diri dengan kaos polos juga pernah terbentuk sejak lama. Kaum Hipies, sering memakai kaos berwarna-warni dengan tujuan khusus. Dalam hal ini, warna-warni ngejreng sering dipadu dengan celana jeans. Ekspresi ini konon dipakai sebagai simbol perlawanan perang yang lagi marak di zaman 70an. Pada era yang jaya di tahun 60-an inilah, kaos menjadi corong untuk meneriakkan perdamaian di mana-mana. Jadi apakah teriakan sablon kaos pada jaman sekarang? Apakah masih ada tujuan mulia yang terselip dalam setiap gambar yang terpampang? Atau malah nilai-nilai buruk yang dielu-elukan? Semoga kaos sablon masih dapat membawa pesan-pesan yang baik untuk masyarakat dan khususnya kaum muda Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar